Toko Cabang

Perumahan wahana Cikarang blok D24 15

Toko Pusat

Jl. Pesantren No.159 Jurang Manggu Timur

November 2, 2026

10 Kerajinan Tangan dari Kertas Origami
Artikel

10 Kerajinan Tangan dari Kertas Origami untuk Anak Sekolah

10 Kerajinan Tangan dari Kertas Origami untuk Anak Sekolah yang Mudah dan Kreatif Kegiatan membuat kerajinan tangan dari kertas origami merupakan salah satu aktivitas kreatif yang menyenangkan bagi anak sekolah. Selain menggunakan bahan yang mudah ditemukan dan relatif terjangkau, origami juga dapat menjadi media pembelajaran yang membantu anak mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik halus, konsentrasi, serta kemampuan berpikir secara sistematis. Origami adalah seni melipat kertas yang berasal dari Jepang. Melalui teknik melipat sederhana, selembar kertas dapat diubah menjadi berbagai bentuk menarik, mulai dari hewan, bunga, kendaraan, hingga benda-benda dekoratif. Aktivitas ini cocok diterapkan di lingkungan sekolah, baik untuk siswa taman kanak-kanak maupun sekolah dasar. Tidak hanya menghasilkan karya yang menarik, kegiatan prakarya menggunakan kertas origami juga memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi, mencoba hal baru, dan mengekspresikan imajinasi mereka. Dalam pembelajaran, guru dapat memanfaatkan origami sebagai kegiatan pendamping untuk mengenalkan berbagai konsep, seperti warna, bentuk geometris, ukuran, pola, dan keseimbangan. Berikut adalah 10 ide kerajinan tangan dari kertas origami untuk anak sekolah yang mudah dibuat dan dapat dijadikan inspirasi kegiatan kreatif. Baca juga : Ide Prakarya untuk Melatih Kreativitas Anak Usia Dini Manfaat Membuat Kerajinan Tangan dari Kertas Origami untuk Anak Sekolah Sebelum mencoba berbagai ide kerajinan, penting untuk memahami manfaat kegiatan origami bagi perkembangan anak. 1. Melatih keterampilan motorik halus Melipat, menekan, dan membentuk kertas membutuhkan koordinasi antara jari dan tangan. Gerakan tersebut membantu melatih keterampilan motorik halus yang dibutuhkan anak dalam aktivitas sehari-hari, termasuk menulis, menggambar, dan menggunakan alat tulis. 2. Meningkatkan konsentrasi dan ketelitian Origami memiliki tahapan pengerjaan yang perlu dilakukan secara berurutan. Anak harus memperhatikan setiap instruksi agar menghasilkan bentuk yang sesuai. Proses tersebut dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan ketelitian. 3. Mengembangkan kreativitas dan imajinasi Anak dapat memilih warna, menggabungkan beberapa bentuk, serta menambahkan hiasan sesuai keinginan. Kebebasan berekspresi ini memberikan ruang bagi anak untuk menghasilkan karya yang berbeda dari teman-temannya. 4. Mengenalkan konsep matematika sederhana Kegiatan melipat kertas dapat digunakan untuk mengenalkan bentuk geometris, seperti persegi, segitiga, persegi panjang, dan simetri. Anak juga dapat belajar mengenai pembagian bidang dan pola melalui aktivitas sederhana. 5. Membangun rasa percaya diri Ketika berhasil menyelesaikan sebuah karya, anak akan merasakan kepuasan atas hasil usahanya. Pengalaman tersebut dapat membantu membangun rasa percaya diri dan keberanian untuk mencoba tantangan baru. 10 Kerajinan Tangan dari Kertas Origami untuk Anak Sekolah Berikut sepuluh inspirasi prakarya dari kertas origami yang dapat dilakukan di rumah maupun dijadikan kegiatan pembelajaran di sekolah. 1. Membuat Origami Bentuk Kupu-Kupu Kupu-kupu merupakan salah satu bentuk origami yang menarik untuk diperkenalkan kepada anak. Bentuknya yang memiliki sayap berwarna-warni membuat hasil kerajinan terlihat indah dan cocok dijadikan hiasan kelas. Bahan yang diperlukan: Kertas origami berwarna. Spidol. Lem kertas. Gunting dengan pengawasan orang dewasa. Cara membuat: Siapkan selembar kertas origami berbentuk persegi. Lipat kertas menjadi dua bagian secara diagonal. Buka kembali lipatan, kemudian buat lipatan pada sisi lainnya. Bentuk pola lipatan hingga menghasilkan bagian sayap. Lipat bagian tengah untuk membentuk tubuh kupu-kupu. Tambahkan antena menggunakan spidol atau potongan kertas. Rapikan bagian sayap agar terlihat simetris. Kupu-kupu origami dapat ditempelkan pada karton atau digunakan sebagai dekorasi dinding kelas. Guru juga dapat mengajak anak mengenal metamorfosis kupu-kupu melalui kegiatan ini. 2. Membuat Origami Bentuk Bunga Kerajinan origami berbentuk bunga dapat menjadi pilihan kegiatan seni yang menyenangkan. Anak dapat membuat beberapa bunga dengan warna berbeda, kemudian menyusunnya menjadi rangkaian bunga sederhana. Bahan yang diperlukan: Kertas origami berbagai warna. Lem kertas. Sedotan kertas atau stik es krim. Kertas hijau untuk daun. Cara membuat: Siapkan kertas origami berbentuk persegi. Lipat kertas menjadi dua bagian. Lipat kembali bagian sudut untuk membentuk pola kelopak. Buat beberapa kelopak dengan ukuran serupa. Satukan kelopak menggunakan lem. Tambahkan bagian tengah bunga menggunakan kertas berwarna berbeda. Tempelkan bunga pada tangkai dari sedotan kertas. Tambahkan daun dari potongan kertas hijau. Melalui kegiatan ini, anak dapat belajar mengenal jenis warna, bentuk bunga, dan bagian-bagian tumbuhan. 3. Membuat Origami Bentuk Burung Burung merupakan bentuk kerajinan yang dapat digunakan untuk mengenalkan dunia hewan kepada anak. Bentuknya cukup sederhana dan dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis burung dengan warna berbeda. Bahan yang diperlukan: Kertas origami. Spidol. Lem kertas. Cara membuat: Ambil kertas origami berbentuk persegi. Lipat menjadi dua bagian secara diagonal. Posisikan bagian lipatan menghadap ke bawah. Lipat kedua sisi atas untuk membentuk sayap. Lipat salah satu ujung menjadi bagian kepala. Bentuk ujung lainnya sebagai ekor. Tambahkan mata dan paruh menggunakan spidol atau potongan kertas. Hasil origami burung dapat digunakan sebagai hiasan atau bagian dari proyek diorama bertema lingkungan dan kehidupan hewan. 4. Membuat Origami Bentuk Perahu Perahu kertas merupakan kerajinan klasik yang mudah dibuat dan cocok untuk anak sekolah dasar. Bentuk ini juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran mengenai transportasi air. Bahan yang diperlukan: Kertas origami berbentuk persegi panjang. Spidol warna. Kertas tambahan untuk dekorasi. Cara membuat: Lipat kertas menjadi dua bagian. Lipat kedua sudut atas menuju bagian tengah. Lipat bagian bawah ke arah atas pada kedua sisi. Buka bagian bawah sehingga membentuk segitiga. Satukan kedua ujung segitiga hingga membentuk persegi. Tarik kedua ujung atas ke arah luar. Rapikan lipatan hingga membentuk perahu. Anak dapat menambahkan gambar jendela, bendera, atau nama perahu. Kerajinan ini juga dapat dikembangkan menjadi aktivitas bercerita mengenai transportasi laut. 5. Membuat Origami Bentuk Ikan Origami ikan cocok digunakan untuk kegiatan pembelajaran bertema kehidupan bawah laut. Anak dapat membuat beberapa jenis ikan dengan kombinasi warna yang menarik. Bahan yang diperlukan: Kertas origami. Spidol. Lem. Karton biru sebagai latar belakang. Cara membuat: Siapkan kertas origami berbentuk persegi. Lipat menjadi dua bagian secara diagonal. Buka kembali kertas. Lipat kedua sisi menuju garis tengah. Bentuk bagian ujung sebagai kepala dan ekor ikan. Rapikan lipatan hingga menyerupai tubuh ikan. Tambahkan mata, sirip, dan sisik menggunakan spidol atau kertas tambahan. Beberapa origami ikan dapat ditempelkan pada karton biru untuk membuat karya seni bertema kehidupan laut. 6. Membuat Origami Bentuk Katak Katak origami merupakan pilihan menarik karena dapat dikembangkan menjadi mainan sederhana. Beberapa model katak bahkan dapat dibuat agar bisa melompat ketika bagian belakangnya ditekan. Bahan yang diperlukan: Kertas origami berwarna hijau. Spidol hitam. Kertas putih untuk mata. Cara membuat: Siapkan kertas origami berbentuk persegi. Lipat kedua diagonal untuk mendapatkan garis […]

Ide Prakarya untuk Melatih Kreativitas Anak Usia Dini
Artikel

Ide Prakarya untuk Melatih Kreativitas Anak Usia Dini

Ide Prakarya untuk Melatih Kreativitas Anak Usia Dini Pendahuluan Masa usia dini merupakan periode penting dalam perkembangan anak. Pada tahap ini, anak mengalami proses pertumbuhan dan pembelajaran yang sangat pesat, baik dari segi kemampuan berpikir, motorik, bahasa, sosial, maupun emosional. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendukung perkembangan tersebut adalah melalui kegiatan prakarya. Prakarya bukan sekadar aktivitas membuat benda menggunakan kertas, lem, gunting, atau bahan lainnya. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi, mencoba berbagai hal baru, mengembangkan imajinasi, serta mengekspresikan ide melalui karya yang mereka buat sendiri. Melalui aktivitas sederhana seperti membuat kolase, melukis dengan jari, merangkai bentuk, hingga memanfaatkan bahan alam, anak dapat belajar mengenali warna, tekstur, bentuk, dan pola. Proses tersebut membantu membangun kemampuan berpikir kreatif sekaligus melatih keterampilan motorik halus. Selain itu, kegiatan prakarya juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan di rumah maupun lingkungan pendidikan anak usia dini. Orang tua dan guru dapat menghadirkan berbagai aktivitas kreatif yang disesuaikan dengan usia, minat, serta kemampuan anak. Oleh karena itu, memilih ide prakarya yang tepat menjadi langkah penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik sekaligus bermanfaat bagi perkembangan anak. Baca juga : Membuat Mainan Edukatif dari Kardus Bekas untuk Anak Mengapa Prakarya Penting untuk Melatih Kreativitas Anak Usia Dini? Kreativitas merupakan kemampuan seseorang dalam menghasilkan gagasan, menemukan solusi, dan menciptakan sesuatu dengan cara yang berbeda. Pada anak usia dini, kreativitas dapat berkembang melalui pengalaman langsung dan kesempatan untuk bereksperimen. Kegiatan prakarya memberikan ruang bagi anak untuk menentukan pilihan, menggabungkan berbagai bahan, serta menghasilkan karya berdasarkan imajinasi mereka sendiri. Berikut beberapa manfaat kegiatan prakarya bagi perkembangan anak. 1. Mengembangkan Imajinasi dan Kemampuan Berpikir Kreatif Ketika membuat prakarya, anak memiliki kesempatan untuk membayangkan sesuatu sebelum mewujudkannya menjadi sebuah karya. Misalnya, saat membuat bentuk hewan dari kertas warna, anak dapat menentukan sendiri warna, ukuran, dan bentuk yang ingin digunakan. Proses ini mendorong anak untuk berpikir kreatif dan memahami bahwa satu bahan dapat diolah menjadi berbagai bentuk yang berbeda. 2. Melatih Kemampuan Motorik Halus Aktivitas seperti menggunting, menempel, meremas, melipat, dan menyusun benda membutuhkan koordinasi antara mata dan tangan. Gerakan tersebut membantu melatih otot-otot kecil pada jari dan tangan anak. Kemampuan motorik halus ini juga menjadi salah satu keterampilan dasar yang mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk menggambar dan belajar menulis. 3. Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Dalam proses membuat prakarya, anak mungkin menemukan kesulitan, seperti kertas yang tidak menempel dengan baik atau bentuk yang tidak sesuai dengan keinginannya. Situasi tersebut memberikan kesempatan bagi anak untuk mencoba kembali, mencari cara lain, dan menemukan solusi sederhana. 4. Membangun Rasa Percaya Diri Ketika berhasil menyelesaikan sebuah karya, anak dapat merasakan kepuasan terhadap hasil usahanya. Apresiasi dari orang tua maupun guru dapat membantu membangun rasa percaya diri. Anak juga belajar bahwa setiap karya memiliki keunikan dan tidak harus selalu sama dengan hasil karya orang lain. 5. Mengembangkan Kemampuan Sosial dan Emosional Prakarya yang dilakukan secara berkelompok mengajarkan anak untuk berbagi alat, menunggu giliran, bekerja sama, dan menghargai hasil karya teman. Selain itu, kegiatan seni dapat menjadi media bagi anak untuk mengekspresikan perasaan melalui warna, bentuk, dan gambar. 10 Ide Prakarya untuk Melatih Kreativitas Anak Usia Dini Berikut beberapa ide prakarya sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah, taman kanak-kanak, PAUD, maupun kegiatan workshop anak. 1. Membuat Kolase dari Daun Kering Kolase merupakan salah satu kegiatan prakarya yang mudah dilakukan oleh anak usia dini. Aktivitas ini menggabungkan berbagai bahan menjadi sebuah gambar atau komposisi yang menarik. Anak dapat menggunakan daun kering dengan berbagai ukuran dan bentuk untuk membuat gambar kupu-kupu, pohon, bunga, atau hewan. Bahan yang dibutuhkan: Daun kering dengan berbagai bentuk. Kertas gambar. Lem khusus anak. Pensil. Krayon atau spidol. Cara membuat: Pertama, siapkan kertas gambar sebagai media utama. Ajak anak menentukan objek yang ingin dibuat. Selanjutnya, susun daun kering mengikuti bentuk objek tersebut dan tempelkan menggunakan lem. Setelah selesai, anak dapat menambahkan gambar atau warna untuk memperindah hasil karya. Kegiatan ini membantu anak mengenali bentuk alam, melatih koordinasi tangan, dan mengembangkan imajinasi. 2. Membuat Hewan dari Piring Kertas Piring kertas dapat diubah menjadi berbagai karakter hewan yang menarik. Misalnya, singa, kelinci, ikan, burung, atau kura-kura. Bahan yang dibutuhkan: Piring kertas. Kertas warna. Lem. Krayon atau cat non-toksik. Mata boneka berukuran besar yang aman untuk anak. Cara membuat: Ajak anak memilih hewan yang ingin dibuat. Kemudian, gunakan piring kertas sebagai bagian utama tubuh hewan. Tambahkan potongan kertas untuk membentuk telinga, kaki, ekor, atau sirip. Anak dapat memberikan warna sesuai imajinasi mereka. Prakarya ini membantu anak mengenal berbagai jenis hewan sekaligus melatih kreativitas dalam menggabungkan bentuk dan warna. 3. Melukis Menggunakan Jari Finger painting atau melukis menggunakan jari merupakan aktivitas seni yang memberikan pengalaman sensorik bagi anak. Dalam kegiatan ini, anak tidak harus menggunakan kuas. Mereka dapat langsung menggunakan jari untuk menciptakan garis, titik, pola, dan berbagai bentuk. Bahan yang dibutuhkan: Cat khusus finger painting yang aman untuk anak. Kertas gambar berukuran besar. Celemek atau pakaian pelindung. Wadah cat. Cara membuat: Tuangkan beberapa warna cat ke dalam wadah terpisah. Kemudian, berikan kertas kepada anak dan biarkan mereka mengeksplorasi warna menggunakan jari. Ajak anak mencampurkan dua warna untuk menemukan warna baru atau membuat gambar berdasarkan imajinasi mereka. Aktivitas ini dapat membantu anak mengenali warna, melatih koordinasi tangan, dan memberikan pengalaman sensorik yang menyenangkan. 4. Membuat Miniatur Rumah dari Stik Es Krim Stik es krim dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat miniatur rumah sederhana. Kegiatan ini cocok untuk memperkenalkan konsep bentuk, ukuran, dan konstruksi kepada anak. Bahan yang dibutuhkan: Stik es krim. Lem yang sesuai untuk aktivitas anak. Kertas warna. Cat non-toksik. Hiasan tambahan. Cara membuat: Susun beberapa stik es krim untuk membentuk dinding rumah. Selanjutnya, buat bagian atap menggunakan stik tambahan dan bantu anak merekatkan setiap bagian. Setelah bentuk rumah selesai, anak dapat menghiasnya menggunakan cat atau kertas warna. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini dapat mengenalkan anak pada konsep bangunan dan bentuk geometris sederhana. 5. Membuat Boneka Jari dari Kertas Boneka jari dapat digunakan sebagai media bermain sekaligus sarana mengembangkan kemampuan bercerita anak. Anak dapat membuat karakter manusia, hewan, atau tokoh imajinatif menggunakan kertas. Bahan yang dibutuhkan: Kertas warna. Gunting khusus anak. Lem. Spidol. Pensil warna. […]

Membuat Mainan Edukatif dari Kardus Bekas untuk Anak
Artikel

Membuat Mainan Edukatif dari Kardus Bekas untuk Anak

Membuat Mainan Edukatif dari Kardus Bekas untuk Anak: Kreatif, Hemat, dan Menyenangkan Membuat mainan edukatif dari kardus bekas untuk anak merupakan salah satu kegiatan kreatif yang dapat dilakukan di rumah maupun di lingkungan sekolah. Selain memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai, aktivitas ini juga memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui proses membuat sesuatu dengan tangan mereka sendiri. Kardus bekas yang biasanya dianggap sebagai sampah dapat diubah menjadi berbagai mainan menarik, seperti rumah-rumahan, mobil-mobilan, robot, hingga permainan edukatif yang membantu perkembangan kemampuan anak. Kegiatan prakarya menggunakan kardus bekas tidak harus membutuhkan peralatan mahal atau bahan yang sulit ditemukan. Dengan sedikit kreativitas, orang tua dan guru dapat mengajak anak menghasilkan karya yang memiliki nilai edukatif sekaligus menyenangkan. Proses pembuatannya juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan konsep daur ulang, melatih motorik halus, mengembangkan imajinasi, serta membangun kemampuan menyelesaikan masalah. Melalui kegiatan sederhana ini, anak tidak hanya mendapatkan mainan baru, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat bagi perkembangan mereka. Baca juga : 10 Ide Prakarya Sederhana untuk Anak TK Mengapa Kardus Bekas Cocok Dijadikan Mainan Edukatif? Kardus merupakan salah satu bahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kemasan makanan, kotak sepatu, kardus pengiriman barang, dan berbagai kemasan produk lainnya dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan prakarya. Ada beberapa alasan mengapa kardus bekas cocok digunakan untuk membuat mainan edukatif. 1. Mudah ditemukan dan ekonomis Kardus bekas dapat diperoleh dari lingkungan rumah, sekolah, maupun tempat usaha. Hal ini membuat kegiatan prakarya menjadi lebih hemat karena tidak memerlukan banyak bahan tambahan. 2. Mudah dibentuk Kardus memiliki karakteristik yang cukup fleksibel untuk dipotong, dilipat, ditempel, dan disusun menjadi berbagai bentuk. Anak dapat mengeksplorasi beragam ide sesuai dengan imajinasi mereka. 3. Mendukung pembelajaran daur ulang Menggunakan kardus bekas membantu anak memahami bahwa barang yang sudah tidak digunakan masih memiliki manfaat. Mereka dapat belajar mengenai pentingnya mengurangi sampah dan menjaga lingkungan sejak dini. 4. Mendorong kreativitas dan imajinasi Kardus tidak memiliki bentuk akhir yang terbatas. Anak dapat mengubahnya menjadi kendaraan, bangunan, hewan, atau benda lain sesuai dengan ide yang mereka miliki. 10 Ide Membuat Mainan Edukatif dari Kardus Bekas untuk Anak Ada banyak jenis mainan yang dapat dibuat menggunakan kardus bekas. Berikut beberapa inspirasi prakarya yang bisa diterapkan di rumah maupun dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. 1. Membuat Mobil-Mobilan dari Kardus Bekas Mobil-mobilan merupakan salah satu mainan sederhana yang disukai anak-anak. Untuk membuatnya, gunakan kardus berukuran sedang sebagai badan mobil. Potong kardus sesuai bentuk kendaraan yang diinginkan, kemudian tambahkan empat roda menggunakan tutup botol bekas atau potongan kardus berbentuk lingkaran. Anak dapat menghias badan mobil menggunakan cat, kertas warna, atau spidol. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini dapat digunakan untuk mengenalkan berbagai jenis kendaraan, bentuk geometri, dan konsep gerak. 2. Membuat Rumah-Rumahan dari Kardus Rumah-rumahan dari kardus dapat menjadi media bermain peran yang menarik bagi anak. Gunakan kardus berukuran besar agar dapat dibentuk menjadi miniatur rumah atau tempat bermain sederhana. Buat bagian pintu, jendela, atap, dan dinding menggunakan potongan kardus tambahan. Anak dapat menghias rumah tersebut dengan gambar, warna, serta berbagai ornamen sederhana. Melalui permainan ini, anak dapat belajar mengenal bagian-bagian rumah, mengembangkan kemampuan bercerita, dan membangun imajinasi melalui permainan peran. 3. Membuat Robot dari Kardus Bekas Robot merupakan salah satu bentuk prakarya yang dapat mendorong anak mengeksplorasi bentuk dan struktur benda. Gunakan beberapa kardus kecil dengan ukuran berbeda untuk membentuk kepala, badan, tangan, dan kaki robot. Satukan bagian-bagian tersebut menggunakan lem yang aman untuk anak. Tambahkan mata dari kertas, antena dari gulungan karton, serta hiasan lainnya agar robot terlihat lebih menarik. Kegiatan ini dapat membantu anak mengenal bentuk tiga dimensi, menyusun bagian-bagian benda, dan mengembangkan kreativitas dalam merancang karakter. 4. Membuat Televisi Mini dari Kardus Televisi mini dapat dibuat dari kardus sepatu atau kardus berukuran kecil. Potong bagian tengah kardus untuk membuat layar, kemudian tambahkan gulungan kertas sebagai tombol atau pengatur saluran. Anak dapat menggambar berbagai karakter atau pemandangan pada kertas kecil untuk dijadikan tampilan layar televisi. Mainan ini dapat digunakan untuk kegiatan bermain peran sebagai pembawa acara, pembaca berita, atau pembuat cerita. Dengan demikian, anak juga berkesempatan mengembangkan kemampuan berbicara dan berkomunikasi. 5. Membuat Puzzle dari Kardus Bekas Puzzle merupakan permainan yang dapat membantu anak mengenali bentuk, warna, gambar, dan pola. Siapkan kardus bekas yang cukup tebal, kemudian gambar objek sederhana seperti hewan, buah, kendaraan, atau karakter kartun. Setelah itu, potong gambar menjadi beberapa bagian puzzle. Untuk anak usia dini, gunakan potongan yang lebih besar dan sederhana. Sementara itu, anak yang lebih besar dapat diberikan tantangan dengan jumlah potongan lebih banyak. Permainan puzzle dari kardus dapat melatih konsentrasi, koordinasi mata dan tangan, serta kemampuan memecahkan masalah. 6. Membuat Pesawat Terbang dari Kardus Pesawat terbang merupakan ide prakarya yang cocok untuk mengenalkan anak pada dunia transportasi dan teknologi. Gunakan kardus untuk membuat badan pesawat, sayap, ekor, dan bagian depan. Susun setiap bagian hingga membentuk pesawat sederhana. Anak dapat menambahkan warna dan gambar sesuai kreativitas mereka. Orang tua atau guru juga dapat menjelaskan bagian-bagian pesawat serta fungsi sederhananya. Kegiatan ini dapat menjadi pengantar untuk mengenalkan konsep bentuk, keseimbangan, dan alat transportasi udara. 7. Membuat Mesin Penjual Otomatis Mini Mesin penjual otomatis atau vending machine mini dapat dibuat dari kardus berukuran sedang. Buat lubang pada bagian depan sebagai tempat keluarnya barang. Tambahkan beberapa tombol dari potongan kardus atau tutup botol. Anak dapat menggunakan mainan kecil atau benda ringan sebagai produk yang dijual. Permainan ini dapat digunakan untuk mengenalkan konsep transaksi sederhana, mengenal angka, dan belajar berhitung. Selain itu, anak juga dapat bermain peran sebagai penjual dan pembeli sehingga kemampuan sosial dan komunikasinya ikut terlatih. 8. Membuat Kebun Mini dari Kardus Kebun mini dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan untuk mengenalkan lingkungan dan tumbuhan. Gunakan kardus sebagai alas kebun, kemudian buat pohon, bunga, pagar, dan tanaman menggunakan potongan kardus tambahan. Anak dapat memberikan warna pada setiap bagian serta menambahkan label nama tanaman. Melalui kegiatan ini, anak dapat belajar mengenal jenis tumbuhan, bagian-bagian tanaman, dan pentingnya menjaga lingkungan. 9. Membuat Permainan Labirin dari Kardus Labirin kardus merupakan permainan yang dapat mengasah kemampuan berpikir anak. Gunakan kardus datar sebagai alas, kemudian buat dinding labirin menggunakan potongan kardus kecil. Susun dinding tersebut hingga membentuk […]